Blogger templates
Jumat, 17 Mei 2013
Selasa, 05 Maret 2013
Nuklir
Senjata nuklir
Dari Wikipedia bahasa Indonesia,
ensiklopedia bebas
Senjata nuklir adalah senjata yang mendapat tenaga dari reaksi
nuklir dan mempunyai daya pemusnah yang dahsyat - sebuah bom nuklir mampu
memusnahkan sebuah kota. Senjata nuklir telah digunakan hanya dua kali dalam
pertempuran - semasa Perang Dunia II oleh Amerika Serikat terhadap
kota-kota Jepang, Hiroshima dan Nagasaki.Pada masa itu daya ledak bom nuklir
yg dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki
sebesar 20 kilo(ribuan) ton TNT. Sedangkan bom nuklir sekarang ini berdaya
ledak lebih dari 70 mega(jutaan)
ton TNT
Negara pemilik
senjata nuklir yang dikonfirmasi adalah Amerika
Serikat, Rusia, Britania Raya (Inggris), Perancis, Republik Rakyat Cina, India, Korea Utara dan Pakistan. Selain itu, negara Israel dipercayai
mempunyai senjata nuklir, walaupun tidak diuji dan Israel enggan
mengkonfirmasi apakah memiliki senjata nuklir ataupun tidak. Lihat daftar negara dengan senjata nuklir
lebih lanjut.
Bentuk bom
nuklir yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki
Senjata nuklir
kini dapat dilancarkan melalui berbagai cara, seperti melalui pesawat
pengebom, peluru kendali, peluru kendali balistik, dan Peluru kendali balistik jarak benua.
Tipe senjata nuklir
Dua tipe desain
dasar
Senjata nuklir
mempunyai dua tipe dasar. Tipe pertama menghasilkan energi ledakannya hanya
dari proses reaksi fisi. Senjata tipe ini secara umum dinamai bom
atom (atomic bomb, A-bombs). Energinya hanya diproduksi dari inti atom.
Pada senjata
tipe fisi, masa fissile material (uranium yang diperkaya atau plutonium)
dirancang mencapai supercritical mass - jumlah massa yang diperlukan
untuk membentuk reaksi rantai- dengan menabrakkan sebutir bahan sub-critical
terhadap butiran lainnya (the "gun" method), atau dengan memampatkan
bulatan bahan sub-critical menggunakan bahan peledak kimia sehingga mencapai tingkat
kepadatan beberapa kali lipat dari nilai semula. (the "implosion"
method). Metoda yang kedua dianggap lebih canggih dibandingkan yang pertama.
Dan juga penggunaan plutonium sebagai bahan fisil hanya bisa di metoda kedua.
Tantangan utama
di semua desain senjata nuklir adalah untuk memastikan sebanyak mungkin bahan
bakar fisi terkonsumsi sebelum senjata itu hancur. Jumlah energi yang
dilepaskan oleh pembelahan bom dapat berkisar dari sekitar satu ton TNT ke
sekitar 500.000 ton (500 kilotons) dari TNT.
Tipe kedua
memproduksi sebagian besar energinya melalui reaksi fusi nuklir.
Senjata jenis ini disebut senjata termonuklir atau bom hidrogen (disingkat
sebagai bom-H), karena tipe ini didasari proses fusi nuklir yang menggabungkan
isotop-isotop hidrogen (deuterium dan tritium). Meski, semua senjata tipe ini
mendapatkan kebanyakan energinya dari proses fisi (termasuk fisi yang
dihasilkan karena induksi neutron dari hasil reaksi fusi.) Tidak seperti tipe senjata
fisi, senjata fusi tidak memiliki batasan besarnya energy yang dapat dihasilkan
dari sebuah sejata termonuklir.
Dasar kerja
desain Tellr-Ulam pada bomb hidrogen: sebuah bomb fisi menghasilkan radiasi
yang kemudian mengkompresi dan memanasi butiran bahan fusi pada bagian lain.
Senjata
termonuklir bisa berfungsi dengan melalui sebuah bomb fisi yang kemudian
memampatkan dan memanasi bahan fisi. Pada desain Teller-Ulam, yang mencakup
semua senjata termonuklir multi megaton, metoda ini dicapai dengan meletakkan
sebuah bomb fisi dan bahan bakar fusi (deuterium atau lithium deuteride) pada
jarak berdekatan di dalam sebuah wadah khusus yang dapat memantulkan radiasi.
Setelah bomb fisi didetonasi, pancaran sinar gamma
and sinar X yang
dihasilkan memampatkan bahan fusi, yang kemudian memanasinya ke suhu
termonuklir. Reaksi fusi yang dihasilkan, selanjutnya memproduksi neutron
berkecepatan tinggi yang sangat banyak, yang kemudian menimbulkan pembelahan
nuklir pada bahan yang biasanya tidak rawan pembelahan, sebagai contoh depleted
uranium. Setiap komponen pada design ini disebut "stage" (atau
tahap). Tahap pertama pembelahan atom bom adalah primer dan fusi wadah kapsul
adalah tahap sekunder. Di dalam bom-bom hidrogen besar, kira-kira separuh dari
'yield' dan sebagian besar nuklir fallout, berasal pada tahapan fisi depleted
uranium. Dengan merangkai beberapa tahap-tahap yang berisi bahan bakar fusi
yang lebih besar dari tahap sebelumnya, senjata termonuklir bisa mencapai
"yield" tak terbatas. Senjata terbesar yang pernah diledakan (the Tsar
Bomba dari USSR) merilis energi setara lebih dari 50 juta ton (50 megaton) TNT.
Hampir semua senjata termonuklir adalah lebih kecil dibandingkan senjata
tersebut, terutama karena kendala praktis seperti perlunya ukuran sekecil ruang
dan batasan berat yang bisa di dapatkan pada ujung kepala roket dan misil.
Ada juga tipe
senjata nuklir lain, sebagai contoh boosted fission weapon, yang merupakan
senjata fisi yang memperbesar 'yield'-nya dengan sedikit menggunakan reaksi
fisi. Tetapi fisi ini bukan berasal dari bom fusi. Pada tipe 'boosted bom',
neutron-neutron yang dihasilkan oleh reaksi fusi terutama berfungsi untuk
meningkatkan efisiensi bomb fisi. contoh senjata didesain untuk keperluan
khusus; bomb neutron adalah senjata termonuklir yang menghasilkan ledakan
relatif kecil, tetapi dengan jumlah radiasi neutron yang banyak. Meledaknya
senjata nuklir ini diikuti dengan pancaran radiasi neutron. Senjata jenis ini,
secara teori bisa digunakan untuk membawa korban yang tinggi tanpa
menghancurkan infrastruktur dan hanya membuat fallout yang kecil.
Membubuhi senjata nuklir dengan bahan tertentu (sebagain contoh cobalt atau emas) menghasilkan
senjata yang dinamai "salted bomb". Senjata jenis ini menghasilkan
kontaminasi radioactive yang sangat tinggi. Sebagian besar variasi di disain
senjata nuklir terletak pada beda "yield" untuk berbagai keperluan,
dan untuk mencapai ukuran fisik yang sekecil mungkin.
4 febuari 2013 10.24
Langganan:
Postingan (Atom)



